Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Suami Kabur Tanpa Kabar, Wanita Hamil 7 Bulan Pontang-panting Cari Uang Untuk Biaya Lahiran

Suami Kabur Tanpa Kabar, Wanita Hamil 7 Bulan Pontang-panting Cari Uang Untuk Biaya Lahiran


Ditinggal suami tanpa kabar berita selama lima bulan terakhir memaksa seorang wanita Malaysia berjualan nasi lemak dan kue.

Warung kecil-kecilan itu menjadi penyambung hidupnya untuk memastikan dia bersama keenam anak kecilnya tidak kelaparan.

Baru-baru ini Nurul Shahzamul Hidayah Mohd Sham mencoba mengubah nasib dengan berjualan jagung demi mengumpulkan uang.

Nurul harus menambah pemasukan karena dua bulan lagi dia akan membutuhkan biaya persalinan anak ketujuhnya.

Namun disebabkan hasil berjualan jagungnya yang tidak menentu membuat dia hampir berputus asa untuk meneruskan usahanya itu.

Beralih Jualan Jagung Karena Lebih Mudah


Wanita 29 tahun itu awalnya berjualan nasi lemak dan takjil saat Ramadhan lalu ketika pembatasan sosial mulai diterapkan pemerintah Malaysia.

“Alhamdulillah saya bisa kumpul uang untuk beli baju Lebaran anak-anak,” kata wanita yang akrab disapa Hidayah ini.

Namun, karena kandungannya sudah masuk tujuh bulan, Hidayah tak mampu melakukan pekerjaan berat. Dia pun beralih jualan jagung.

“Bersama enam anak dan kandungan yang sudah masuk tujuh bulan, saya juga mulai berjualan jagung karena lebih mudah. Hanya berjualan jagung ini ada pasang surutnya,” kata Hidayah.

Untung Jual Jagung Tidak Banyak


Menurut Hidayah, berjualan jagung untungnya tidak banyak. Hanya cukup untuk makan sehari-hari. Dia terkadang merugi sebab jualan jagungnya tidak habis.

“Kalau tidak habis saya bagikan ke tetangga karena jagung ini hanya fresh selama dua hari saja,” katanya.

Bagaimana pun, Hidayah terpaksa menguatkan semangat dalam dirinya demi keenam anak dan bayi dalam kandungannya.

Suami Tidak Pulang Sejak Februari


Menurut Hidayah, suami sudah tidak pulang ke rumah sejak dari bulan Februari lalu. Dia tak tahu ke mana suaminya pergi. Dia sudah mencoba menghubungi dan mencarinya tapi tak bisa menemukannya.

“Kadang saya merasa ingin menyerah saja. Tapi demi anak-anak, saya mencoba untuk terus kuat. Anak banyak, siapa yang akan cari rezeki kalau bukan saya.

“Banyak biaya yang harus saya tanggung sendirian. Saya terkadang sedih jika mengingat semua masalah ini. Kalau saya tak sehat, tak bisa berjualan dan hari itu saya tak memperoleh penghasilan,” kata Hidayah.

Jualan Jagung Laris Berkat Tweet Adik Ipar


Luapan sedih hati ibu enam anak itu mengundang simpati adik iparnya, Nurul Munirah Maidin. Gadis 21 tahun itu mencoba membantu mempromosikan jualan jagung Hidayah melalui Twitter.

Tweet Nurul Munirah atau lebih akrab disapa Mun ini menjadi viral. Netizen pun merasa bersimpati dengan nasib kakak iparnya itu.

Mun mengatakan usaha jualan jagung kakak iparnya itu mulai mendapat perhatian pembeli terutamanya di sekitar Rawang, Selangor.

“Sedih bila melihat jagung kakak tak habis. Kadang malah tak balik modal. Apalagi dua bulan lagi dia sudah mau melahirkan. Jadi saya tweet sebab ingin bantu mengurangi bebannya.

“Alhamdulillah, setelah viral banyak orang yang datang membeli. Saya juga sedang libur, jadi saya bantu dia jualan di tepi jalan. Dia senang sebab jualan jagungnya laku,” katanya.

Beruntung Adik Ipar Menolong


Sementara itu, Hidayah sangat berterima kasih kepada Mun karena banyak membantunya selama menjalani masa-masa sulit itu.

“Setiap kali saya mengandung selalu anemia. Jadi bulan puasa baru-baru ini saya hampir pingsan saat sedang berjualan. Beruntung ada adik ipar yang datang menolong saya.

“Alhamdulillah adik ipar memang banyak membantu saya. Apa yang saya risaukan saat ini ketika saya melahirkan nanti. Saya harus siapkan uang tabungan,” kata Hidayah.

Berharap Suami untuk Pulang


Sementara itu, Hidayah masih berharap agar suaminya kembali ke pangkuan keluarga.

“Saya harap suami pulang dan kami jadi keluarga macam dulu. Memang anak-anak rindukan abah mereka.

“Saya tak ingin anak-anak tak kenal abah mereka. Saya ingin anak-anak saya tumbuh dengan adanya abah dan ibu di sisi mereka,” pungkas Hidayah.