Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sungguh Pahlawan, Ayah Ini Gendong Bayinya Saat Banjir Setinggi Leher

Masyarakat India dikejutkan oleh gambar seorang pria yang membawa bayinya menyeberangi air.

Bayi itu dibalut dengan selimut merah.


Sungguh Pahlawan, Ayah Ini Gendong Bayinya Saat Banjir Setinggi Leher



Ia mengangkat bayi itu hingga atas kepala.

Lalu dengan hati bulat pria itu menyebarangi arus air yang dalamnya hingga setinggi leher selama dua jam.

Dilansir Daily Mail, pria dalam foto tersebut adalah Pangi Satibabu (30).

Petani asal Desa Kudumusare di Andhra Pradesh, India.

Bayi yang dibawanya adalah putrinya yang baru berusia enam bulan.

Bayi tersebut menderita sakit demam. Namun pusat pelayanan kesehatan terdekat jaraknya tiga mil (hampir 5 kilometer) dari desa.

Sang ayah harus membawa bayi tersebut ke pusat pelayanan kesehatan segera karena demamnya makin tinggi.

Namun jalan yang menghubungi desa itu dengan daerah lain putus akibat banjir.

Hujan lebat turun terus menerus membuat air meluap.

Namun minggu ini, ketika cuaca belum membaik. Demi rasa cinta pada bayinya, Pangi memutuskan untuk melewati rintangan.

Meskipun sanak keluarga sudah memperingatkan risiko bahaya yang dihadapi.

Bayi itu akhirnya sampai ke Primary Health Centre di Chintapalli. Bayi itu diperiksa dan dirawat. Ia dinyatakan menderita infeksi virus.

"Bayi itu masih di rumah sakit tapi dia sudah tidak dalam bahaya. Kami memeriksanya dengan beberapa kemungkinan seperti malaria dan demam berdarah. Tapi laporan pemeriksaan menyimpulkan anak itu menderita demam akibat infeksi virus. Dia sudah diberikan perawatan dan akan diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik," tutur dokter Yerramsetty Venkatswararao.

Beberapa waktu belakangan, di beberapa wilayah di negara bagian Andhra Pradesh diguyur hujan lebat. Banjir memberikan dampak buruk bagi jutaan orang.

Srinivas Ganjivarupu (37) aktivis sosial di area itu mengatakan masyarakat desa sering menderita akibat kurangnya pelayanan kesehatan.

"Hampir 40 persen jalan-jalan, terutama di area pedesaan tidak terhubung dengan baik. Sekarang hujan terus turun sudah 20 hari. Air membanjiri banyak tempat di wilayah itu," tambahnya.
Ia mengatakan masyarakat tidak punya pilihan selain berdiam di dalam rumah dan menunggu hujan berhenti.