Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengharukan, Tak Bisa Kirim Uang Lewat ATM Untuk Sang Adik, Pria Ini Malah Mendapatkan....

Menunggu giliran di mesin ATM adalah salah satu aktivitas hal yang paling menguji kesabaran. Apalagi kalau orang di depan berlama-lama dengan urusannya, bisa bikin darah naik kalau kita tak sabar.


Mengharukan, Tak Bisa Kirim Uang Lewat ATM Untuk Sang Adik, Pria Ini Malah Mendapatkan....



Seperti kasus pria ini yang mencoba memasukkan uang ke rekening adiknya menggunakan cash deposit machine (CDM). Sayangnya, berulang kali dia masukkan uang selalu tidak berhasil.

Tak ayal, antrean orang di belakang mulai menunjukan muka masam. Mereka harus menunggu lama sampai dia selesai dengan urusannya. Dan apa yang terjadi setelah itu sungguh tak diduganya.

Ini kisah Atie Zam yang sedang ke bank. Ketika sedang berbaris untuk antre, lelaki di mesin CDM sebelah Atie nampak resah. Beberapa kali lelaki itu mengeluh.

” Miss, ada uang 10 ringgit tidak? Tukar dengan saya,” katanya kepada seorang wanita yang antre di belakangnya.

” Sorry, Sir, tak ada,” jawab wanita itu.

Atie yang merasa kasihan mengeluarkan uang dalam nominal yang sama dan menyerahkannya kepada lelaki itu.

” Coba uang saya,” kata Atie.

Lelaki itu tersenyum ketika menyambut uang dari Atie dan langsung memasukkannya ke dalam mesin. Ternyata masih tetap tak bisa. Dicoba beberapa kali tetap saja gagal.

Wanita di belakang lelaki itu sudah mulai pasang wajah masam. Macam-macam keluhan yang keluar dari mulutnya, hingga membuat lelaki itu tambah kalut.

Dia tak bisa ke mesin-mesin lainnya karena semuanya out of service.

Lelaki itu pun keluar dari barisan dan menelepon seseorang yang mungkin adiknya. Suaranya agak kuat. Semua yang ada di situ dengan jelas mendengar setiap percakapannya di telepon.

” Hello! Adik, abang minta maaf. Abang tak bisa masukkan uang. Mesin rusak. Adik sangat butuh uang kah? Pinjam uang di kawan dulu, bisa? Hanya ini saja uang abang. Hmm.. Ok, Ok, Abang usahakan. Nanti abang hubungi lagi,” kata lelaki itu.

Selesai dengan urusannya, Atie mendekati lelaki itu dan bertanya, ” Ada masalah, bang?”

Lelaki itu tersenyum kecil. ” Adik saya mau gunakan uang. Tapi saya hanya punya 10 ringgit saja. Tak bisa masuk lagi. Kasian adik..” Dia termenung sejenak.

Atie kemudian mengeluarkan satu lembar uang dengan jumlah yang sedikit lebih banyak dari uang lelaki itu.

” Sepertinya mesin itu tak bisa menerima pecahan 10 ringgit. Nah, coba yang ini,” kata Atie sambil menyerahkan uang kepada lelaki itu yang nampak terkejut.

Wanita yang tadi berada di belakang lelaki ini rupanya telah selesai dengan urusannya. Wajahnya tak lagi masam seperti tadi. Dia menghampiri Atie dan lelaki itu.

” Sorry, tadi buru-buru,” katanya meminta maaf. Sambil mengulurkan uang, wanita itu berkata, ” Nah, coba masukkan lagi. Sorry, saya harus pergi.”

Wanita itu terus berlalu. Sementara lelaki itu tambah terkejut dan heran. Tak sempat berkata apa-apa, kini di tangannya sudah ada dua lembar uang kertas.

Tanpa menunggu, dia segera memasukkannya ke mesin CDM. Sementara Atie melanjutkan urusannya.

Atie tersenyum lebar ketika berjalan mendengar lelaki itu bercakap di telepon, ” Adik, abang sudah kirim uang, 100 ringgit, Alhamdulillah.”

Atie terus berjalan menuju mobil yang dari tadi menunggunya. Ketika berada dalam mobil, dia melihat lelaki itu sedang tersenyum ke arahnya dari dalam bank.

Mungkin hati lelaki itu berkata, ” Terima kasih.” Lalu dalam hati Ati menjawab, ” Sama-sama.”