Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Luar Biasa! Berbekal Palu, Pahat dan Linggis, Pria Ini Seorang Diri Membelah Gunung Untuk Membuka Jalan

Membangun jalan atau infrastruktur selayaknya dilakukan oleh pemerintah.

Jalan yang baik memberikan kemudahan akses menuju ke tempat-tempat lain.

Sangat disayangkan karena beberapa tempat tertentu ternyata susah untuk diakses bahkan jika pemerintah ingin turun langsung ke lapangan.

Oleh karena itu, orang-orang yang tinggal di daerah terpencil biasanya secara gotong-royong membangun jalan darurat demi kepentingan mereka sendiri.

Luar Biasa! Berbekal Palu, Pahat dan Linggis, Pria Ini Seorang Diri Membelah Gunung Untuk Membuka Jalan


Ketika dilakukan bersama-sama, pekerjaan menjadi cepat selesai dan rasa lelah pun bisa dibagi.

Namun, apa yang terjadi jika seseorang berjuang sendirian untuk membangun sebuah jalan?

Hal inilah yang dilakukan oleh seorang pria India bernama Dashrath Manjhi.

Dia adalah seorang buruh miskin yang tinggal di desa Gehlaur, Bihar, India.

Dashrath memotong sebuah gunung hanya menggunakan palu, pahat dan linggis.

Hasilnya, dia bisa menyingkat perjalan dari 55 kilometer menjadi 15 kilometer.

Waktu yang dibutuhkan adalah 22 tahun.

Bayangkan, dari tahun 1960 hingga 1982, Dashrath melakukan hal gila ini seorang diri.

Ternyata, pria tua ini melakukan aksi dahsyat tersebut bukan tanpa alasan.

Istrinya, Falguni Devi, pada tahun 1959, meninggal karena kurangnya perawatan medis.

Dia kesulitan membawa istrinya ke rumah sakit karena medan yang terlalu sulit, yaitu jalanan terjal dan berbukit.

Hal ini sempat membuatnya sedih dan terpukul.

Maka dari itulah dia memutuskan untuk membuka jalan dengan cara memotong gurung dan menjadikannya jalan sepanjang 110 meter dan selebar 9,1 meter.

Dia mengatakan, “Ketika saya memulai memahat bukit, orang-orang mengatakan bahwa saya orang gila, tapi itu menguatkan keputusan saya.”

Meski pada awalnya dia menerima banyak ejekan, kini hasil kerja keras Dashrath membuat kehidupan penduduk desa menjadi lebih mudah.

Bahkan setelah melihat pekerjaan Dashrath yang mulai membuahkan hasil, para warga memberinya makanan dan membantunya membeli peralatan.

Luar Biasa! Berbekal Palu, Pahat dan Linggis, Pria Ini Seorang Diri Membelah Gunung Untuk Membuka Jalan


Sangat disayangkan, Dashrath telah meninggal pada 17 Agustus 2007 di usia 73 tahun.

Orang yang berjasa ini harus tutup usia lantaran penyakit kanker kandung empedu yang dideritanya.

Dia dimakamkan dengan penghormatan oleh Pemerintan Bihar.

Karena aksinya yang sangat gila sekaligus berjasa ini, Manjhi Dashrath diberi sebutan sebagai Lelaki Gunung.

Dia bahkan diberi penghargaan Padma Shri pada tahun 2006.

Pemerintah Bihar juga mengusulkan pembangunan jalan aspal sepanjang 3 kilometer dari Gahlaur ke sebuah rumah sakit dan memberinya nama jalan Manjhi.

Wah, super keren ya aksi dari Manjhi Dashrath ini.

Sayangnya, masyarakat di desa Manjhi Dashrath masih mengalami kemiskinan hingga saat ini.

Oleh karena itulah sebuah gerakan penggalangan dana dilakukan untuk membantu anak-anak di sana.

Hasil kegiatan sosial ini akan digunakan untuk menyelamatkan anak-anak dari kerja kasar dan pendidikan yang tidak layak.

Organisasi sosial tersebut juga ingin mewujudkan impian Manjhi untuk membangun sebuah sekolah.

Semoga, kisah luar biasa Lelaki Gunung ini bisa menginspirasi kita semua ya.