Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dianggap Melecehkan Surat Al Maidah Ayat 51, Ahok: 'Al Qur'an Terbuka Untuk Umum'

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak ingin ambil pusing dengan aduan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI terkait kutipan surat Al Maidah ayat 51.

Dianggap Melecehkan Surat Al Maidah Ayat 51, Ahok: 'Al Qur'an Terbuka Untuk Umum'


Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, tidak ada larangan bagi seseorang untuk mengutip ayat-ayat dalam kitab suci. Sebab kitab suci merupakan tuntunan dari agama bagi seluruh manusia.

"Semua orang boleh mengutip kitab suci. Kitab suci terbuka untuk umum," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/9).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku bingung dengan tudingan ACTA yang menganggapnya melecehkan agama. Dia bahkan meminta penjelasan mengenai alasan para advokat menilainya melakukan itu.

"Siapa bilang melecehkan, itu orang saja ngomong, hehe mancing-mancing ngomong saja melecehkan," terangnya.

Mengenai adanya laporan ke Bawaslu, Ahok mempersilakan mereka melakukannya. Bahkan dia menunggu tindaklanjut dari laporan ACTA tersebut. Sebab mantan politisi Gerindra ini yakin tidak melakukan pelecehan agama.

"Ya silakan saja lapor, kan dipanggilkan itu lapor. Nah sekrang apa yang melecehkan kalau kita mengucapkan kalimat firman Tuhan, orang saja juz amma (surat pendek di Alquran) hafal-hafal kok dipertandingkan, kok melecehkan," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua ACTA Agustiar menyampaikan rencana ACTA melakukan pelaporan ke Bawaslu. ACTA menilai pengutipan ayat Al Quran oleh Ahok adalah tindakan rasis dan penistaan agama.

"Tidak sepantasnya Pak Ahok melontarkan ucapan semacam itu, apalagi di hadapan media massa," ujar Agus.

Kutipan surat Al Maidah sendiri disampaikan Ahok pada Rabu, 30 Maret 2016. Ahok pada saat itu menyampaikan bahwa sebagian kalangan Muslim tidak ingin memilihnya kembali karena sekadar menjalankan perintah agama. Larangan kaum Muslim untuk memilih pemimpin yang bukan berasal dari golongannya tercantum pada Surat Al Maidah ayat 51.

Fadli Zon Kecam Ahok Terkait Penggunaan Surat Al Maidah Ayat 51

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon angkat suara soal kutipan surat Almaidah ayat 51 yang dilakukan oleh calon gubernur petahana DKI, Basuki Tjahaha Purnama alias Ahok.

Menurutnya, dengan mengutip surat yang mengatur soal kepemimpinan di Alquran itu, justru Ahok yang memainkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Pernyataan Ahok justru bukan ajakan untuk persaingan sehat, namun malah menyinggung umat Islam," kata Fadli dalam keterangan persnya yang diterima JPNN.com, Jumat (30/9).

Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua Umum Partai Gerindra mengatakan, Ahok bukanlah orang yang memiliki kompetensi untuk mengutip ayat suci umat Islam dan mengajari tentang agama.

"Sangat tidak tepat, itu sama saja dengan melarang umat Islam menjalankan keyakinan ajaran agamanya," katanya.

Sebelumnya, Ahok mengaku tak mau diserang dengan isu SARA.

“Jangan tak pilih saya karena  Almaidah 51,” ujar Ahok dalam jumpa pers di kantor DPP Partai NAsDem, 21 September lalu.

Surat Almaidah ayat 51 adalah ayat dalam Alquran yang melarang umat Islam memilih calon pemimpin dari kalangan Nasrani dan Yahudi. Bunyi lengkapnya adalah:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS Al Maidah ayat 51)