Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terungkap Sudah! Pencuri Kabel di Ring 1 Ternyata Disuruh Sama Lulung

Polisi sudah mengungkap kasus bungkus kabel di gorong-gorong di ring 1 Jakarta. Polisi memastikan tidak ada unsur sabotase dalam urusan bungkus kabel itu. Yang ada hanya para pencuri yang menguliti kabel mencari tembaga dan timah.

Terungkap Sudah! Pencuri Kabel di Ring 1 Ternyata Disuruh Sama Lulung


"Sampai dengan saat ini yang diungkap Ditkrimsus PMJ tidak ada dan belum ditemukan adanya unsur sabotase. Tapi yang ditemukan penyidik adalah pencurian pemberatan di bawah tanah berupa pencurian kabel-kabel di bawah tanah," kata Dir Krimsus Polda Metro Jaya Kombes Mujiyono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/3/2016).

Menurut Mujiyono, para tersangka ini sudah tahu di bawah atau di gorong-gorong ada kabel. Dan mereka melihat bahwa salah satu instansi tengah membongkar kabel perbaikan di bawah trotoar.

"Dengan hal tersebut mereka tahu bahwa di bawah banyak kabel termasuk kabel yang sudah tidak digunakan," jelas dia.

"Mungkin rekan-rekan kalau ikut ke TKP heran di bawah itu banyak sekali kabel, baik Telkom maupun PLN. Ya kabel-kabel ini banyak sekali, makanya ke depan perlu diatur khusus supaya di bawah Jakarta ini nggak ada timah, tembaga yang tersisa karena sisa-sisa kabel," tutur dia.

Kabel bekas yang tidak dipakai itu memang tidak diangkut lagi oleh instansi yang memasang. Kemudian para pencuri ini mengambil tembaga dan timah yang bisa dijual Rp 40-60 ribu per Kg di Kemayoran, Jakarta.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung membantah terkait dalam sabotase kabel di got saluran air depan Istanah Negara.

"Terakhir muncul ada gambar tapi tidak ada berita. Katanya kasus gulungan kabel suruhan Haji Lulung. Aduh, apalagi ini. Tidak boleh. Saya sudah kordinasi dengan pihak kepolisian secara informal," kata Lulung di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa, 15 Maret 2016.

Namun, dia tak merinci media mana yang mempublikasikan Lulung menyuruh orang untuk melakukan sabotase kabel di saluran air depan Istana Negara. "Jahat ini (media). Yang (media) bodong-bodong ini saya tidak percayalah," katanya.

Meskipun dirinya telah dituduh di media sosial, tapi dirinya enggan melaporkan perkara ini kepada pihak berwenang atau pun kepada penegak hukum.

"Nanti serba salah. Misalkan, pelakunya teman media, terus nanti dibilang Haji Lulung lapor-lapor. Nanti 'dihajar' lagi sayanya. Saya juga khan punya anak dan istri," kata Lulung.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap enam pelaku pencurian isi kulit kabel di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Keenam pelaku bernama STR alias BY (45), MRN alias N (34), SWY alias SM (45), AP alias UC ( 28), RHM alias GUN (43) dan AT alias TGL (48).

Keenamnya mempunyai peran berbeda-beda. Lima pelaku ada yang memotong dan mengupas kulit kabel, dan satu pelaku membantu di atas gorong-gorong dan jual kabel.

Para pelaku biasanya menjual hasil curian berupa tembaga sebesar Rp40 ribu per kilogram dan timah sebesar Rp10 ribu per kilogram. Dari hasil aksinya yang sudah berbulan-bulan para pelaku bisa mengantongi uang sebesar Rp3 juta setiap tiga minggu.