Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terlalu! Jokowi Masuk Got, Ahok 'Cuma' Perintah Sana Sini

Terlalu! Jokowi Masuk Got, Ahok 'Cuma' Perintah Sana Sini - Sebanyak 12 truk kulit kabel ditemukan di dalam gorong-gorong di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, curiga hal itu sengaja dilakukan untuk menyabotase kawasan Ring I, termasuk Istana Presiden, agar kebanjiran.

Terlalu! Jokowi Masuk Got, Ahok 'Cuma' Perintah Sana Sini


Dia marah atas penemuan kulit kabel tersebut. Pertama yang disemprotnya adalah Dinas Kominfo DKI Jakarta.

"CCTV kita enggak ada rekaman makanya saya marahin Kominfo. Kalian ini maunya apa? Saya sudah minta rekaman 3 hari kok enggak ada?" kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (1/3).

Ahok juga langsung Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) untuk turun mengecek langsung ke lapangan. Pasukan oranye itu turun ke gorong-gorong dan berhasil mengambil bertruk-truk kulit kabel.

Hingga kini polisi masih menyelidiki siapa yang membuang kulit kabel itu.

Soal gorong-gorong, mengingatkan masyarakat pada aksi Jokowi saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Bulan Desember 2012 lalu, Jokowi pernah bikin sensasi saat masuk ke gorong-gorong di dekat Bundaran Hotel Indonesia.

Jokowi tengah meninjau kondisi gorong-gorong di Jakarta. Tanpa sungkan, Jokowi yang mengenakan pakaian batik Korpri menceburkan diri ke dalam gorong-gorong.

Aksi Jokowi jadi sorotan. Banyak yang mengapresiasi tindakannya sebagai gubernur yang sigap dan tak takut kotor. Ada juga yang mencibir dan mengatakan Jokowi hanya cari sensasi.

Banyak yang membandingkan aksi Jokowi dengan Ahok dalam penanganan banjir. Saat dipanas-panasi, Ahok santai saja. Dia malah tertawa.

"Ngapain, emang gue Jokowi (masuk gorong-gorong)," ucap Ahok sambil tertawa.

Direktur Eksekutif The Cyrus Network, Hasan Batupahad, pernah menyampaikan analisanya soal beda gaya kepemimpinan Jokowi dan Ahok. Menurutnya memang tipenya berbeda dan saling melengkapi.

"Kalau selama ini yang kita lihat kan, Jokowi blusukan. Tapi Ahok lebih memilih di kantor. Coba kalau keduanya suka blusukan. Tiba-tiba Jokowi keluar dari gorong-gorong terus muncul di televisi, kemudian tiba-tiba Ahok keluar dari comberan dan mau masuk televisi juga. Kan bisa ribut. Tapi mereka paket yang seimbang satu di lapangan satu di kantor."

Sumber: Merdeka.Com