Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Presiden Perdamaian Yang Muncul Waktu Demo Taksi Ternyata..

Presiden Perdamaian | Indonesia dipanaskan dengan demo sopir taksi di Jakarta. Para sopir taksi melakukan demo terhadap jasa transportasi online yang semakin menjamur dan dianggap mengambil kavling rezeki mereka selama ini. Nah, dalam demo yang digelar pada hari Selasa (22/3/2016) itu, ada sosok yang namanya jadi pembicaraan di dunia maya: Presiden Perdamaian. Siapa sebenarnya Presiden Perdamaian itu?

Presiden Perdamaian


Adalah seorang perempuan paruh baya dengan selempang bertuliskan ‘Presiden Perdamaian’ hadir di tengah-tengah aksi demo sopir taksi Perempuan tersebut mengenakan pakaian yang serba heboh dengan warna senada.

Presiden Perdamaian itu mengenakan kacamata hitam berwarna coklat, jemari tangan dipenuhi cincin akik, serta baju terusan dan tas berwarna coklat. Ia juga mengenakan sebuah topi mirip dengan topi yang digunakan sheriff di serial TV yang juga berwarna coklat. Topi tersebut dilengkapi juga dengan tanda bintang, yang kian menambah penampilannya seperti sheriff.

Dari berbagai sumber, salah satunya adalah tulisan karya Sisca Spencer Hoky, wanita ini bernama asli Rr Herawaty Rinto Paeran. Ia adalah seorang anak veteran perang mantan anggota Tentara Pelajar.

Herawaty terinspirasi oleh siaran radio dari Imam Prasudjo yang selalu ia dengarkan sebelum tidur dan akhirnya mengikuti Forum Indonesia Damai. Ia mulai melancarkan aksi sebagai penegak’ perdamaian pada tahun 2000 saat terjadinya serangan bom Natal.

Herawaty sendiri, dalam esai tulisan Sisca Spencer Hoky, menyatakan bahwa gelar ‘Presiden Perdamaian’ merupakan gelar pemberian dari Tuhan.

Herawaty selalu menjalankan ‘mandat’ yang didapatkannya ini dengan menjaga aksi demo dari aksi anarkis.

Di tahun 2004, ia mengikuti konferensi yang digelar oleh Universal Peace Federation (UPF). Setelah 2 tahun bergabung dengan organisasi yang berdiri di bawah PBB tersebut, ia ditunjuk sebagai Duta Perdamaian dari UPF.

Masih aktif di UPF dan juga pernah memberikan materi kuliah tentang perdamaian di beberapa Universitas di Indonesia karenanya, ketotalan Herawaty makin terbukti setelah rumah tinggalnya diberi nama Posko Perdamaian. Tak hanya itu, ia juga membuat yayasan bernama Yayasan Perdamaian Universal yang diketuai oleh dirinya sendiri.