Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Edan! Siswi SMP Diculik di Langkat Untuk Dijadikan 'Penikmat'

Seorang Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, baru baru ini menjadi korban penjualan manusia (traficking).

Edan! Siswi SMP Diculik di Langkat Untuk Dijadikan 'Penikmat'


Kasus ini terungkap saat Agus Hariyanto (59) membuat pengaduan mengenai anaknya, SN (15) yang hilang sejak 2 hari ke bagian Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Langkat jajaran Polda Sumut, Kamis (10/3/2016).‬

2 hari berikutnya, SN (15) ditemukan oleh warga di pinggir jalan pada Sabtu (12/3/2016) dalam keadaan dibungkus di kardus dengan tangan kaki dilakban.‬

SN mengisahkan, peristiwa mengerikan dalam hidupnya itu terjadi pada Kamis (10/3/2016), sekira pukul 14.00 WIB.

Ketika itu usai pulang sekolah, seperti biasanya SN langsung pulang ke rumahnya di Desa Batu Seratus, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Namun sayang, di tengah perjalanan dia dicegat oleh 2 orang tak dikenalnya dan langsung dimasukkan dalam sebuah mobil kijang innova.

"Saya dicegat ketika hendak melewati areal perkebunan, dan dimasukkan oleh 2 orang bertopeng, Mereka mengancam agar jangan berteriak, kemudian saya diikat dan dimasukkan dalam kardus" kata SN.

Setelah itu SN diletakkan di pinggir jalanan yang sepi dari keramaian. Diduga, SN rencananya akan diambil oleh penculik dengan berjanjian pada seorang mucikari dengan menaruh SN di suatu tempat.

Beruntung, sebelum kardus diambil ada seorang warga yang curiga, SN pun akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat walaupun sampai saat ini masih trauma dengan kejadian tersebut.

Ketua P2TP2A Langkat, Ernis Syafrin Eldin menegaskan, kasus yang melibatkan bocah SMP ini diduga melibatkan sindikat penjualan orang.‬ Maka dari itu, ia meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini karena sudah menggurita di kawasan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

‪Sedangkan Kaban KBPP Langkat, Purnama Tarigan, sangat prihatin dengan kondisi SN. Dia pun mengharap pihak kepolisian serius menangani kasus ini.

“Kita berharap kasus ini segera terungkap agar tidak ada lagi anak di bawah umur menjadi korban perdagangan orang. Apalagi sampai dijadikan budak 53k5,” tegasnya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Binjai Iptu Rinaldi yang dikonfirmasi mengaku, masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan beberapa saksi.

“Korbannya masih membuat laporan, nanti kita tindaklanjuti,” pungkasnya.