Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alhamdulillah, Dalam Dua Tahun, Harta Ahok Naik Rp 8 Miliar

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok telah menyatakan diri maju menjadi kandidat calon petahana pada pemilihan gubernur DKI 2017.

Alhamdulillah, Dalam Dua Tahun, Harta Ahok Naik Rp 8 Miliar


Ahok memilih maju melalui jalur independen dengan dukungan TemanAhok. Ia memutuskan pencalonannya tidak lewat Parpol lantaran mantan bupati Belitung Timur itu menyebutkan harus membayar mahar politik hingga ratusan miliar jika diusung Parpol.

Sebenarnya berapa kekayaan yang dimiliki mantan politikus Partai Gerindra itu.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikutip dari laman acch.kpk.go.id, Ahok memiliki kekayaan sebesar Rp 21.302.079.561 dan USD 3.749. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp 8.843.783.498 atau 70,98 persen dibanding dua tahun sebelumnya senilai Rp 12.458.296.063 dan USD 5.030.

Ahok mencantumkan seluruh harta bendanya berupa harta tak bergerak, bergerak maupun surat berharga. Harga tak bergerak Ahok mencapai Rp 15.050.480.000, berbentuk tanah yang jumlahnya mencapai 16 unit di Belitung Timur dan Jakarta Utara.

Tanah terluas milik Ahok berada di Belitung Timur, di mana luasnya mencapai 18 ribu meter persegi. Harta Tak Bergerak yang dimiliki Ahok ini mengalami peningkatan cukup signifikan, yakni sebesar 63,36 persen dari pelaporan tahun 2012 yang mencapai Rp 9.213.076.000.

Dalam LHKPN yang diterbitkan KPK tersebut, Ahok tak mencantumkan harta bendanya berupa mobil atau kendaraan roda dua lainnya. Dia hanya mencantumkan kekayaan berbentuk logam mulia, surat berharga dan giro, yang nilainya masing-masing sebesar Rp 650.000.000, Rp 2.595.000.000 dan Rp 2.939.591.240.

Ahok melaporkan ada penambahan nilai pada logam mulia, di mana pada LHKPN sebelumnya tercatat hanya senilai Rp 420.000.000. Hal yang sama juga terjadi pada Giro yang dimiliki Ahok dari nilai LHKPN yang dilaporkan pada 22 Maret 2012 sebesar Rp 163.211.742.

Angka-angka di atas belum termasuk nilai piutang yang dimiliki Ahok sejak 2012 lalu dan angkanya tak memiliki perubahan, yakni sebesar Rp 67.008.321. (TeropongSenayan)