Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rhoma Irama Dan Partai Idaman Optimis Bisa Ikut Pilpres 2019

Raja Dangdut Rhoma Irama tampaknya tak main-main untuk terjun ke dunia politik di Indonesia. Rhoma bahkan sampai melahirkan Partai Islam Aman dan Damai (Idaman) guna mewujudkan mimpinya menjadi elite politik di negeri ini.

Sejak lama Rhoma sebetulnya sudah mulai bergelut di politik. Dia juga pernah bergabung menjadi kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Jelang perhelatan Pilpres 2014 lalu, Rhoma bahkan dirayu oleh PKB untuk berkampanye memenangkan partai pimpinan Muhaimmin Iskandar tersebut. Dengan iming-iming, Rhoma Irama bakal dicapreskan jika suara PKB di pemilu legislatif mencapai syarat pengajuan calon presiden.

Sayang, janji hanya sekedar janji, PKB lebih memilih mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dalam Pilpres 2014. Rhoma Irama yang sudah ikut membantu menaikkan torehan PKB di pemilu legilsatif pun ditinggalkan begitu saja.

Kekecewaan Rhoma pun tak terbendung dengan PKB.

Rhoma dan para fansnya bahkan merasa dikhianati oleh PKB saat itu. Selepas PKB memilih Jokowi, Rhoma pun menyatakan mundur dan menarik dukung dari partai yang dilahirkan oleh Gus Dur itu.

"Sebagaimana saya utarakan selama ini. Saya akan menarik dukungan dari PKB," ujarnya kepada merdeka.com, Minggu 11 Mei 2014 lalu.

Rhoma memberikan dua alasan penarikan itu. Pertama dia menghormati aspirasi masyarakat Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya, yang menganggap Jokowi tidak menepati janji.

"Jokowi semestinya menepati janji dan sumpahnya pada Allah, yang akan melaksanakan tugasnya selama 5 tahun," kata Rhoma.

Kedua, dia melanjutkan, PKB tidak lagi mengakui Rhoma effect, sehingga tidak ada gunanya lagi mendukung PKB.

"Mereka menilai (Rhoma) tidak efektif. Sementara masyarakat menilai itu effect Rhoma, tapi tidak dianggap," ujarnya.

Nasi sudah menjadi bubur, Rhoma pun hanya dapat menonton perhelatan Pilpres 2014 yang akhirnya dimenangkan oleh Jokowi-JK. Tak lama kemudian, tepatnya Oktober 2015 lalu Rhoma mendeklarasikan Partai Idaman. Dia sangat yakin partai ini bisa menjadi besar dikemudian hari.

Pasca lahir, Rhoma kemudian gencar mencari para kader dan menyusun kepengurusan Partai Idaman di 34 provinsi. Sebut saja Jakarta dan Jawa Tengah, Rhoma sudah sukses mengukuhkan dan menunjuk anak buahnya untuk membesarkan Partai Idaman demi menghadapi Pemilu 2019.

Kita optimis tahun 2019 akan lolos dari verifikasi KPU dan Kemenkum HAM serta akan dapat mengikuti Pilpres pada tahun 2019 nanti," kata Rhoma usai acara Deklarasi dan Pengukuhan DPW dan DPC Partai Idaman di Lapangan Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah Minggu (31/1).

Selain itu, dia menegaskan, keoptimisannya jika mampu masuk ke dalam tiga besar dari beberapa partai Islam yang ada di Indonesia saat ini.

"Kita sudah mendeklarasikan sebanyak 19 DPW dari 34 DPW Provinsi. Kemarin 18 DPW jadi satu, di Sari Pan Pacific Jakarta. Deklarasi DPW dan DPC sekaligus untuk pertama kalinya kali ini yang ke 19 di Jateng. Kita optimis jika Partai Idaman akan masuk tiga besar partai Islam di Indonesia," terang ayah dari penyanyi dangdut Ridho Rhoma ini.

Rhoma akan meresmikan dan mendeklarasikan DPW selanjutnya di wilayah Jawa lainnya seperti Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barat (Jabar).

"Untuk selanjutnya besok kita akan meresmikan DPW Jatim dan DPW Jabar," ucapnya saat ditemui wartawan di atas panggung.

Rhoma menyatakan mengapa dirinya melakukan tahap awal deklarasi di Pulau Jawa, karena 60 persen penduduk di Indonesia ada di Pulau Jawa.

"Jabar, Jatim dan Jateng basis kami terkuat. Alasannya kami jika basis kami di Pulau Jawa karena 60 persen penduduk di Indonesia ada di Pulau Jawa," terangnya.

Usai mendeklarasikan beberapa DPW di Pulau Jawa, baru Rhoma akan berencana untuk mendeklarasikan di luar Pulau Jawa.

"Setelah Pulau Jawa, kita selanjutnya akan mendeklarasikan ke NTB, Sumatera dan Kalimantan," terangnya.