Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polyglot, Orang Yang Bisa Berbicara Dengan Banyak Bahasa

Berapa bahasa yang bisa andakuasai? Bahasa Indonesia, bahasa daerah sebagai bahasa ibu dan mungkin bahasa Inggris yang sering dipelajari di sekolah. Tiga bahasa itu mungkin menjadi jawaban dari pertanyaan tadi. Lalu apakah anda termasuk polyglot? Untuk menjawabnya perlu diperjelas dulu arti polylot.

Kamus Merriam Webster mencatat polyglot sebagai kata sifat yang menerangkan mengetahui banyak bahasa. Dilansir dari sumber yang sama, diterangkan bahwa polyglot berasal dari kata Yunani polyglōttos, yang terdiri dari penggabungan dua kata poly dan glōtta. Terjemahan bebas bahasa Indonesia-nya, poly berarti banyak dan glotta berarti bahasa. Komunitas Polyglot Indonesia sendiri mengisyaratkan setidaknya seseorang harus menguasai setidaknya lima bahasa selain bahasa ibu agar dapat disebut seorang polyglot.

Sebagai bangsa dengan banyak bahasa daerah dan mengalami persinggungan dengan bangsa asing, tentu di Indonesia juga banyak terdapat polyglot yang fasih berbiacara. Komunitas Polyglot Indonesia yang menjadi wadah para polyglot tanah air mencatat terdapat nama Vremita dari kota Yogyakarta yang menguasai tiga belas bahasa. Rata-rata anggota komunitas yang diprakarsai pendiriannya oleh Arradi Nur Rizal ini menguasai lima hingga bahasa yang dikuasai secara aktif melalui lisan atau tulisan. Latar belakang pekerjaan tidak menjadi alasan seseorang menjadi polyglot. Komunitas Polyglot Indonesia sendiri terdiri dari wirasusahawan, pelajar, dosen hingga diplomat.

Sebagai pendiri Komunitas Polyglot Indonesia, Arradi Nur Rizal memberikan tips agar dapat menjadi polyglot yang menguasai banyak bahasa. Cara paling cepat mempelajari sebuah bahasa adalah untuk menetap di negara asing dimana bahasa tersebut digunakan. Dengan cara 'terpaksa', seseorang akan lebih cepat mengembangkan kosakatanya. Sedangkan jika ditanyakan berapa lama seseorang mampu menguasai bahasa, secara diplomatis Rizal menerangkan tidak ada rincian waktu tertentu untuk menguasai sebuah bahasa. Alasan yang dikemukakan adalah ada orang yang cepat puas diri sehingga langsung mengaku telah menguasai bahasa tertentu walaupun kosakatanya sedikit, ada pula yang berlaku sebaliknya. Namun ia menekankan pentingnya latihan setalah mempelajari sebuah bahasa dengan level tertentu.