Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ngeri! Brigadir Petrus Bakus Mutilasi Anaknya Untuk Dijadikan Persembahan

Polisi Pelaku Mutilasi Anak Kandungnya Sendiri, Brigadir Petrus Bakus mengaku melakukan hal tersebut untuk persembahan. Hal itu dijelaskan oleh kapolri Badrodin Haiti di sela konferensi resminya terkait berita mengerikan tersebut.

Ngeri! Brigadir Petrus Bakus Mutilasi Anaknya Untuk Dijadikan Persembahan
2 anak Brigadir Petrus Bakus, anggota Satintelkam Polres Malawi, Kalimantan Barat (Kalbar), yang dimutilasi dalam kamarnya.


"Tadi malam anaknya dimutilasi untuk persembahan,” ungkap Badrodin kepada wartawan di Jakarta. Selain itu, kata Badrodin, Petrus sebenarnya sudah lama mengalami ganguan jiwa sejak kecil.

Bahkan, Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief mengatakan, dari informasi yang dihimpunnya, Petrus diduga mengidap schizophrenia.

Polisi mengaku bahwa pelaku lolos dari deteksi sehingga bisa menjadi anggota Polri. "Memang pelaku memiliki ganguan sejak kecil, lolos dari deteksi polisi ketika masuk," kata Badrodin Haiti.

Ternyata, sebelum membunuh dan membantai, Anggota Sat Intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat Brigadir Petrus Bakus membawa dua anak kandungnya ke rumah sang bos. Sang bos yang dimaksud adalah Kasat Intelkam Polres Melawi AKP Amad Kamiludin.

Ya, keduanya sama-sama tinggal di asrama polisi Polres Melawi Gang Darul Falah Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.

Datang bersama kedua anaknya, Febian, 4, dan Amora, 3. Petrus mendatangi rumah Amad.

Sesampainya di rumah Amad, Petrus dan dua anaknya hanya bertemu  Kapolsek Menukung AKP Sofyan yang saat itu menginap di rumah dinas Amad.

“Ada apa malam-malam bawa anak ke sini?” tanya Sofyan. Dia pun menjawab. “Mau bertemu kasat Pak.”

Sofyan pun mengatakan bahwa sang Kasat Intelkam sudah tidur. Gagal bertemu sang bos, Petrus balik kanan. Pulang.

Tak lama kemudian, Jumat (26/2) dini hari sekitar pukul 00.15, Petrus melakukan sebuah tindakan keji terhadap dua anak kandungnya. Keduanya dibantai dan dimutilasi.

Dua anak yang menjadi korban adalah Fen, 4; dan Amo, 3. Keduanya adalah anak kandung Petrus dan Windri.

Kejadian ini terjadi pada Jumat (26/2) dini hari sekitar pukul 00.15 di rumah dinas, asrama Polres Melawi Gang Darul Falah Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. (boy/arf/mas/jpnn)