Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nah Loh, Korban Kedua Saipul Jamil Ikutan Lapor

Kasus Saipul Jamil semakin memanas, Seorang remaja berusia 22 tahun, AW melaporkan kasus pelecehan yang dialaminya ke pihak kepolisian. Menanggapi adanya korban baru yang melapor dugaan penc4bulan yang dilakukan Saipul Jamil, Tim kuasa hukum penyanyi dangdut tersebut mempersilakan hal itu terjadi, asalkan ada bukti yang kuat atas sangkaan tersebut.

Nah Loh, Korban Kedua Saipul Jamil Ikutan Lapor


Sebaliknya, jika tidak ada bukti yang kuat, maka tim kuasa hukum akan melaporkan balik sangkaan tersebut.

"Silakan saja lapor jika dia mengaku korban SJ, tapi kalau tidak ada bukti, kami tidak segan untuk laporkan balik," ujar Nazarudin Lubis di Kantor Polsek Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Dia menjelaskan bahwa dalam perkara sebelumnya antara SJ dan DS saja, belum tentu bisa dibuktikan oleh pihak kepolisian, apalagi jika pencabulan dengan korban bernama AW sudah lama terjadi.

"Yang satu hari saja belum tentu terbukti, apalagi yang sudah dua tahun lalu," katanya.

Setelah berlalu selama dua tahun, AW (22), seorang laki-laki mantan asisten Saipul Jamil, akhirnya melaporkan Saipul Jamil alias SJ ke aparat kepolisian. SJ diduga melakukan tindak pencabulan dengan kekerasan.

Raidin Anom, kuasa hukum AW, mengatakan pelaporan dibuat pada tahun ini, karena korban telah berani membela diri. Dibandingkan dua tahun lalu saat masih berusia 20 tahun.

"Mungkin pada umur 20 tahun belum matang melakukan pelaporan hukum sehingga dia tak memberanikan diri," tutur Raidin Anom ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/2/2016).

Menurut Raidin, semula AW enggan melaporkan SJ karena pria itu merupakan publik figur. "Klien, kami melaporkan saudara SJ yang publik figur ya," kata dia.

AW (22) didampingi tim kuasa hukum, melaporkan publik figur berinisial SJ ke Mapolda Metro Jayapada Rabu (24/2/2016) sore. Laporan disertai foto-foto yang digunakan untuk alat bukti.

Laporan polisi dibuat di Sentra Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya pada Rabu (24/2) sore. Laporan tercantum di LP: 901/II/2016/PMJ/Dit Reskrimum tanggal 24 Februari 2016.

SJ disangkakan Pasal 289 KUHP tentang Perbuatan Cabul Dengan Kekerasan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Setelah membuat laporan, dia menjalani pemeriksaan untuk kepentingan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Unit III Subdit Renakta Dit Reskrimum Polda Metro Jaya.

"Laporan polisi sudah diterima. Ini proses BAP di Unit III. Buat BAP dulu. Pasal 289 (KUHP,-red) dilakukan SJ," tutur Fajar ditemui di Mapolda Metro Jaya.

sumber: Tribun