Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Koplak! Tak mau Diganggu Saat Tilang 'Damai', Oknum Polisi Ini Usir Kapolda-nya Sendiri

Terkadang fakta yang ada di lapangan memang seringkali berbeda dengan yang ada di laporan. Oleh karena itu seharusnya setiap pimpinan harus turun ke lapangan untuk melihat langsung bagaimana cara kerja bawahannya, apakah sudah beres atau belum. terutama berkaitan dengan para penegak hukum termasuk Institusi kepolisian. Seperti yang dilakukan oleh Kapolda ini, Ia menyamar jadi warga biasa dan memergoki salah satu bawahannya yang berkali-kali menerima "uang damai".

Koplak! Tak mau Diganggu Saat Tilang 'Damai', Oknum Polisi Ini Usir Kapolda-nya Sendiri
Ilustrasi: Polisi Kepergok Terima Uang Damai


Adalah Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto yang pernah memergoki langsung anggota satlantas yang sedang melakukan tindakan tak pantas, yaitu minta uang “damai” di Pos Lalu lintas yang ada di pojokan sebuah pasar. Hal ini terjadi pada pertengahan tahun 2014 silam.

Saat itu Arief yang baru saja menjabat sebagai Kapolda Kalbar bersama istrinya naik motor. Ia menyamar sebagai warga biasa berhenti dan memperhatikan anggota polantas yang tengah menangkapi pengemudi motor yang melanggar rambu larangan putar balik. Arief curiga karena jumlah pengemudi yang ditilang setiap hari mencapai ratusan di pos tersebut, kenapa laporan yang ada di meja kantornya cuma puluhan perbulannya.

"Saya hitung jumlah pelanggar yang ditangkap dan dibawa ke pos Lantas. Saya hitung hampir 10 orang dalam hitungan jam, terus saya datangi dan saya tanya diapain orang, mereka nggak tahu jika yang tanya Kapoldanya sendiri," ungkapnya.

Karena baru saja dilantik, wajah Arief memang tidak familiar di kalangan polisi bawahan, bahkan anggota polantas yang merasa terganggu dengan kehadiran Arief langsung marah dan mengusirnya dengan nada kasar. Lalu ia pun balik memarahi dan membentak oknum polisi lalu lintas itu. Jenderal bintang satu tersebut menyatakan sangat kecewa kepada polantas tersebut. Ia katakan, semestinya polisi membina dan melayani masyarakat, bukannya malah mencari uang damai dan memalak mereka.

"Akhirnya Pos Lantasnya saya bongkar, sekarang saya ubah jadi Balai Polisi dan Masyarakat," kata Arief.

Mungkin ini baru salah satu kasus yang bisa dipergoki oleh seorang Kapolda, dengan ramainya cerita tentang keluhan netizen di sosial media, seharusnya para pemimpin polisi lebih sering turun ke lapangan untuk membuktikan langsung bagaimana kinerja anak buahnya. Demi meningkatkan imej polisi di mata masyarakat.