Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baru Sekali Ketemu, Pria Ini Langsung Lamar Si Wanita

Umumnya, sepasang kekasih akan menjalani hubungan beberapa bulan atau bertahun-tahun sebelum melangka ke jenjang pernikahan. Namun, tak begitu dengan Erica Harris dan Arte Vann. Mereka baru satu kali bertemu, namun Arte langsung melamar Erica!

Tiga hari setelah pertemuan mereka di Ontario International Airport, mereka mengaku masih saling tergila-gila.

"Saya tak menyadari betapa besar cinta saya terhadap pria ini," ungkap Erica, ibu dari tiga anak, dikutip Oddity Central.

"Setelah menghabiskan tiga hari bersama, saya tak bisa mengungkapkan betapa saya mencintainya."

Erica berasal dari California dan Arte berasal dari New York. Mereka mengungkapkan pertemuan itu sebagai 'pertunangan-insta' dan 'pernikahan-insta'. Ini merujuk pada pertemuan mereka yang berawal dari Instagram pada Maret tahun lalu.

Pernikahan 'dadakan' ini sesungguhnya sudah direncanakan sebelumnya. Reporter CBS News menunggu di bandara untuk merekam adegan ketika Erica dilamar oleh Arte.

Erica sebelumnya sudah menginformasikan CBS mengenai rencana pernikahannya, dan mengundang mereka untuk merekamnya agar ibu mertuanya bisa menyaksikan di TV.

"Saya menganggap pria ini berhak dicintai. Saya ingin memberinya cinta sebanyak yang ia berikan kepada saya," ungkapnya.

"Memanggil kru CBS merupakan hadiah untuk ibunya, karena ia tak bisa menghadiri pernikahan. Kami kawin lari."

Seorang jubir bandara mengatakan kepada reporter bahwa media lokal juga melaporkan mengenai pernikahan mereka sebelumnya.

"Semua sudah diatur," ungkap jubir.

"Kami hanya perlu mengatur perhatian warga yang datang untuk menyaksikan proses lamaran mereka. Staf kami mengatakan, Erica dan Arte belum bertemu sebelumnya. Mereka akan melakukan prosesi lamaran di terminal."

Erica menceritakan ia pertama kali menaruh perhatian kepada Arte karena terlihat tampan dalam foto profilnya. Ia juga memperhatikan cara pria itu berinteraksi dengan wanita lainnya melalui media sosial.

"Anda bisa menilai kepribadian pria dari cara mereka memperlakukan wanita melalui komentar-komentarnya," jelas Erica.

"Saya melihat Arte pria yang jujur, penuh perhatian, dan saya berpikir, 'wah, ia sepertinya pria yang baik'," ia menambahkan.

Erica mulai memberikan tanda like di foto-foto unggahan Arte, sehingga pria itu menyadari keberadaan Erica.

Ia kemudian mengunjungi profil Erica, dan tak lama tautkan wanita itu melalui foto selfie dari kaca yang menjadi kejutan bagi Erica.

"Saya heran, karena belum pernah ada yang menautkan saya sebelumnya. Saya berpikir, 'pria ini sungguh tampan'. Saya langsung menambahkannya sebagai teman, dan ia pun melakukan hal yang sama."

Mereka saling berkomentar pada foto satu sama lain, saling berkirim pesan, dan pada akhirnya saling berbicara melalui telepon. Menurut Erica, mereka awalnya mengobrol 5 - 7 jam.

Mereka tetap berhubungan selama beberapa bulan. Namun semua melambat pada Mei, ketika Erica berpikir mereka terlalu cepat dekat, dan ia pun berhenti bicara dengan Arte.

Mereka kemudian menghapus laman Instagram masing-masing dan tidak menghubungi satu sama lain selama berbulan-bulan.

Namun, Erica menganggap perpisahan itu sulit, dan kembali menghubungi Arte, pria yang selalu ada untuknya.

"Saya mengirim pesan padanya, 'Arte, saya membutuhkanmu'. Namun selama seminggu, tak mendapat balasannya," Erica menuturkan.

"Tanpa sepengetahuan saya, ia mengalami kecelakaan dan menabrak pohon. Pada November, ia aktif kembali di Instagram, dan kami kembali pada posisi di mana kami saling meninggalkan."

Setelahnya, pasangan itu mulai serius mengenai hubungan mereka. Mereka mengobrol di telepon selama berjam-jam. Anak-anak Erica akan mengucapkan 'selamat malam' dan 'kami menyayangimu' kepada Arte setiap malam.

Mereka juga bergabung dengan komunitas sastra di Instagram. Di sana, mereka mengunggah puisi dan saling berkomentar terhadap karya masing-masing.

Pada Desember, seorang anggota lain di grup menyarankan mereka untuk menikah, yang kemudian dibalas oleh Erica, "Oke, mengapa kami tidak menikah saja?"

Tak disangka Arte setuju. Ia berhenti dari pekerjaannya di New York dan membeli tiket satu arah ke California.

Ia mengatakan kepada Erica, "Aku tak bisa kembali ke New York, saya tak bisa meninggalkanmu."

Mereka pun bertemu di bandara untuk pertama kalinya, dan setuju untuk menikah.

"Kami tahu Tuhan menakdirkan kami untuk bertemu. Biarkan Dia yang menjadi pastor kami," ungkap Erica, yang pernah menjadi korban kekerasan di masa lalu.

"Saya tadinya trauma menikah, tapi ia pangeran impian saya."

"Anda tidak bisa memaksakan diri kepada cinta sejati. Anda harus langsung mengambil keputusan seakan-akan esok hari tidak ada. Dan itulah yang kami lakukan sekarang ini," ia menambahkan.

"Saya mencintai hidup lebih dari sebelumnya. Kami akan tertawa bersama dan mengenal lebih jauh."