Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Untuk Menghindari Hal Kecil Pemicu Pertengkaran

images

Pertengkaran antara suami istri bukan karena masalah besar, seperti perselingkuhan, keuangan, masalah mendidik anak, masalah dengan tetangga atau sikap buruk suami atau istri. Malahan, hal yang terbanyak terjadi adalah pertengkaran dalam rumahtangga dipicu masalah kecil, sepele namun dilakukan tiap hari dan akhirnya menjadi duri dalam daging dalam perjalanan pernikahan.

Contoh kecil seperti, perbedaan pola asuh masing-masing dari keluarga suami istri yang berbeda. Misalnya suami dari keluarga yang santai terhadap kerapian, sedang istri dididik dalam keluarganya untuk selalu rapi. Hingga tak tertahankan lagi semisal suami selalu saja meletakkan handuk tidak pada tempatnya, merokok dan membuang puntung rokok sembarangan, selalu tak merapikan peralatan mencuci mobil setelah dipakai, atau tak pernah membawa piringnya ke wastafel setelah acara makan.

Berulangkali istri memperingatkan, dan berulangkali suami selalu melakukan kesalahan yang sama, yang tidak disukai oleh istrinya, hingga pertengkaran tak pelak terjadi setiap harinya. Maka hal tersebut bagaimana cara menyikapinya?

Pertama, duduk bersama untuk bicarakan apa-apa yang disukai dan tak disukai oleh masing-masing pasangan, dan memohon hal itu dipatuhi saat berjanji memperbaiki, karena untuk kebaikan bersama. Suami selayaknya tak berlaku menjadi ‘raja’ dalam rumah, ia juga harus mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan istrinya. Dan saling mengingatkan jika mereka sebenarnya sebagai ‘panutan’ bagi anak-anak.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah, dibuatkan suatu kotak khusus atau wadah yang tertutup jika suami sembarangan meletakkan pakaian, maka ia diminta untuk memasukkan pakaian tersebut dikotak tersebut, agar terlihat rapi, dan istri bisa merapikan saat waktu luang. Atau  disediakan wadah putung rokok yang jumlahnya lebih banyak agar suami tidak sembarangan membuang puntung rokok tersebut atau apapun itu yang bersifat kreatif dan memecahkan masalah.

Kedua, komitmen selalu berkomunikasi dengan mengandalkan teknologi informasi yang ada maupun secara langsung. Jadi, tak ada istilah ‘macet’ komunikasi karena kemudahan teknologi masa kini yang membuat seseorang mau tak mau harus ‘melek’ teknologi komunikasi modern. Hingga masalah yang kecil apalagi besar, sebisa mungkin bisa diselesaikan dengan cepat. Bisa lewat SMS, WA, telepon, Inbox bahkan email. Tentu, komunikasi langsung lebih oke.

Ketiga, biasakan suami istri untuk bisa meminta maaf dan berterimakasih. Anda termasuk pasangan yang “gagu” untuk mengucapkan maaf dan berterimakasih? Hmm.. jangan salah, ternyata banyak juga pribadi-pribadi yang seperti itu. Sangat enggan meminta maaf, padahal jelas-jelas salah, karena factor gengsi, apalagi berterimakasih atas kebaikan oranglain atau pasanagnnya. Padahal jika dirunut dua kata itu merupakan kata ajaib, yang bisa merekatkan hubungan rumahtangga.

Keempat, selesaikan masalah jangan menundanyanya dalam waktu lama.  Banyak pasangan yang beranggapan jika masalah sepele dan remeh bisa begitu saja hilang tanpa diperbincangkan lagi karena tertimbun oleh kesibukan. Padahal ini keliru. Masalah kecil yang ‘ditabung’ kemungkinan besar nanti akan ‘terbawa’ di Pengadilan Agama kelak ketika akan bercerai. Sangat disayangkan jika masalah remeh ini akhirnya akan melebar pada masalah yang besar.

Kelima, sediakan  waktu luang untuk rekreasi atau sekedar bersantai antar suami istri. Banyak diantara pasangan mengabaikan masalah ini karena menganggap hal ini akan buang waktu dan uang. Padahal ini sebagai sarana ‘merabuk jiwa’ antar pasangan. Saat bersantai, pasangan suami istri bisa dengan leluasa meluapkan perasaannya, baik yang membahagiakan ataupun yang mengganjal. Beda jika permasalahan dikemukakan waktu sempit, ribut, banyak kerjaan, saat yang tak tepat, maka hasilnya akan sia-sia.

Untuk itu sahabat Ummi, jangan meremehkan masalah-masalah sepele yang kemungkinan suatu saat menjadi bom waktu yang meledak saat kondisi tak memungkinkan. Beberpa tips ini semoga dapat membantu para pasangan yang tengah galau dengan hal-hal yang remeh yang bisa memicu pertengkaran yang akhirnya menjauhkan diri dari kehidupan harmonis.