Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Remaja Mualaf Menghadapi Orang Tua Yang Berbeda Keyakinan

berdoa-2Diasingkan oleh keluarga, adalah kejadian yang umum terjadi pada para mualaf, tidak terkecuali mereka telah berusia dewasa ataupun remaja.

Apabila mereka telah dewasa, pertikaian antara keluarga ini, bisa jadi diselesaikan dengan cara baik-baik, yang biasanya di akhir cara untuk menyelesaikan masalah, mualaf dewasa memilih hidup terpisah dengan keluarganya dan mencoba membangun kembali hubungan secara baik dengan jarak jauh.

Bagaimana dengan mualaf remaja?

Adalah berkah yang sangat sempurna bila seorang remaja non muslim mendapatkan hidayah sedemikian dini untuk masuk menjadi seorang mualaf, dan langkahnya sangatlah tepat bila ia segera mengikrarkan diri untuk menjadi seorang muslim kemudian.

Dan dapat dimengerti apabila kemudian terjadi pertentangan dari pihak keluarga, terutama ayah dan ibu begitu mendapati anak mereka memilih untuk berkeyakinan berbeda dari mereka.

Namun acapkali, kebanyakan orangtua memilih cara yang keras dan kasar dalam menghadapi perbedaan yang terjadi di dalam keluarganya, terutama masalah perbedaan keyakinan. Jadi apa yang harus seorang mualaf remaja lakukan demi kekafahan langkah ini?

  1. Meyakinkan diri, bahwa langkah Ananda sudah tepat untuk menjadi seorang muslim.
  2. Tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang kebaikan dan kesempurnaan Islam pada ayah ibu Ananda.

Segala ilmu keislaman yang Ananda pelajari akan runtuh berceceran bila tidak terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk apalah seorang remaja muslim membantah setiap kata-kata ayah dan ibunya sehingga menimbulkan percekcokan setiap waktu.

Saat ini ayah dan ibu tengah menganggap anak mereka sedang dalam usia peralihan sehingga mungkin saja anak mereka tengah salah jalan dan dalam bahaya, maka sudah kewajiban pasangan orangtua segera berusaha bagaimanapun caranya untuk mengembalikan putra putri mereka pada keyakinan ayah ibunya yang selama ini telah mereka jalani selama ini.

Marilah kita berkiblat pada ayat-ayat suci AlQuran,

Dalamilah ayat di bawah ini:

Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu. Hanya kepadaKu kembalimu. Maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang dahulu telah kamu kerjakan. (Q.S. Luqman: 14-15)

Bantahlah semua kalimat ayah dan ibu yang berkeyakinan berbeda itu dengan sikap dan perilaku Islami.

Perilaku Islami sudah sangatlah jelas, lemah dan lembut, terutama kepada ibu. Pancarkanlah kebenaran perilaku anak solehah dalam cerminan hidup sehari-hari.

Sebab bahkan mengucapkan kata ‘ah‘ saja menjadi larangan bagi umat muslim terhadap orangtuanya.

Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah kecuali hanya kepada-Nya dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orangtua. Jika salah satu di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya uff!( ah!cih!) dan janganlah kamu membentak mereka, namun ucapkanlah perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih dan saying dan ucapkanlah “Ya Rabb, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka dahulu mendidik kami sejak kecil,” ( Al-Isra’: 23-24 )

Janganlah membantah , melawan kata-kata orangtua dengan perselisihan dan debat . Tidaklah perlu Ananda merasa terhina, tersinggung dan tersiksa dengan kalimat-kalimat buruk yang ditujukan pada Anda atas apa yang Ananda pilih.

Perilaku sopan, bijaksana dan mandiri lebih tepat guna dalam menjelaskan semuanya pada orangtua Ananda dari pada Ananda balik melawan karena perasaan tersinggung atau apalah.

Tetaplah bersikap biasa, bahkan semakin matang, semakin mandiri dan bijaksana. Sampaikanlah pada keluarga Ananda melalui laku dan tutur bahwa dengan menjadi seorang muslim, Ananda semakin menjadi anak yang baik, anak yang cerdas dan membanggakan orangtua.

Yakinkanlah dalam diri ananda bahwa apabila kita telah mengimani dalam hati, dan mengapresiasikannya dalam laku, segala perintah Allah SWA, maka segala urusan yang lain akan lancar dengan sendirinya.

Segalanya penuh dengan perjuangan. Jangan pantang menyerah dalam terus mempelajari Islam, dalam terus beriman kepada-Nya,seperti telah diulas di atas, bahwa apabila kita telah menjalani segala perintah Allah dengan iman dan takwa, maka segala urusan akan berjalan dengan baik di belakangnya.