Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Puasa Sunah Yang Paling Istimewa

puasa

Banyak pasti dari kita yang rutin menambah amalan dengan cara melaksanakan puasa sunah. Buat yang rajin melaksanakannya, keren banget, Sob! Karena puasa sunah adalah amalan yang sangat utama. Dalam hadits disebutkan, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim no. 1151). Soal balasan di akhirat kelak pun, buat orang yang rajin berpuasa akan disediakan pintu surga khusus, yaitu masuk surga lewat pintu Ar Rayyan.

diantara banyaknya puasa sunah, seperti puasa senin-kamis, puasa 3 hari setiap bulan hijriyah, puasa Daud, dan puasa sunah lainnya, manakah yang paling istimewa?

Dalam hadits dari Abdullah bin Amr bin Al Ash yang berniat melaksanakan puasa sepanjang hari dan shalat malam sepanjang hidup, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” (HR. Bukhari no. 1131). Yep, Sob, puasa dengan cara sehari berpuasa, keesokan harinya tidak, dan berpuasa lagi di keesokan harinya adalah sebaik-baik puasa dan puasa yang memiliki derajat paling tinggi. Tertarik untuk melaksanakan puasa yang paling istimewa ini,?

Tetapi, kudu diingat, Sob. Buat yang ingin melaksanakan puasa Daud, harus benar-benar niat dan mampu. Harus tahu kemampuan diri. Jangan sampai puasa Daud ini malah bikin lalai pada amalan lain yang lebih penting. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan,  “Puasa Daud sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak merasa sulit ketika melakukannya. Jangan sampai ia melakukan puasa ini sampai membuatnya meninggalkan amalan yang disyari’atkan lainnya. Begitu pula jangan sampai puasa ini membuatnya terhalangi untuk belajar ilmu agama. Karena ingat di samping puasa ini masih ada ibadah lainnya yang mesti dilakukan. Jika banyak melakukan puasa malah membuat jadi lemas, maka sudah sepantasnya tidak memperbanyak puasa. Wallahul Muwaffiq.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/470). Kalau memang merasa diri belum mampu untuk berselang hari melaksanakan puasa, bisa melakukan puasa sunah yang lain yang pasti tetap memiliki keutamaan tersendiri, Sob.

Semoga makin menguatkan motivasi bagi kalian yang ingin melaksanakan puasa Daud!

Allahu a’lam.