Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gunakan Akal Kita Untuk Berfikir

otak-manusia

Akal membuat manusia dapat berpikir, aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh manusia. Pemanfaatan akal ini dapat membuat manusia berada dalam posisi yang sangat mulia, sebaik-baik ciptaan Allah sebagaimana firman Allah dalam Surat At Tiin ayat  4.   Sebaliknya juga dapat menjatuhkan manusia ke tempat yang serendah-rendahnya, bahkan lebih sesat lagi  daripada binatang ternak, sebagaimana firman Allah dalam surat Al A’raf  ayat 179.

Dalam menggunakan akal untuk berpikir, banyak diantara kita hanya melihat sekadar apa yang nampak pada permukaan. Kita melihat sesuatu hanya dari apa yang tertangkap oleh penglihatan kita.  Menyepelekan orang yang penampilannya sederhana, menganggap luar biasa orang yang memiliki gelar berderet, dan memandang sebelah mata pada orang-orang biasa, bahkan menganggap rendah mereka yang status sosialnya berada di bawahnya.

Demikian juga, banyak yang terjebak pada penampilan luar yang ”wah”, selera luar negeri, memakai barang bermerk dan mahal, serta polesan tebal make up di wajah. Menyibukkan diri dengan krim pemutih dan berbagai alat kecantikan demi penampilan. Sibuk menjaga popularitas dan menyebarkan pencitraan. Merasa diri sebagai orang penting dan terhormat ditengah umat. Namun, lupa untuk memperkaya diri dengan ilmu,  menghiasi diri dengan akhlaqul karimah, apalagi menjaga kemurnian iman dan keyakinan kepada Allah dan mengisi hati dengan keikhlasan dan ketawadhuan.

Cara pandang yang dangkal hanya akan menyibukkan kita menomorsatukan dunia. Penilaian manusia menjadi yang utama. Halal dan haram diabaikan begitu saja. Juga menghalalkan segala cara bahkan bermaksiat kepada-Nya. Akhirat menjadi fatamorgana. Pedihnya siksa neraka hanya sekadar dongengan belaka.

Karena itu jangan sampai kita terpedaya.  Cobalah berpikir lebih dalam dan makin mendalam.  Hingga sampai hakikat segala sesuatu.  Kita adalah makhluk lemah dihadapan Al Khalik, Dzat Yang Maha Kuasa.  Bukankah Allah SWT telah menegaskan dalam QS Al Hujurat ayat 13,  “orang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa”.  Rasulullah SAW juga  mengingatkan kita melalui sabdanya, “Sesungguhnya Allah tidak melihat wajahmu dan badanmu, namun sesungguhnya Allah melihat kepada hatimu dan amalmu”.

Karena itu, mari kita berbenah diri. Jangan terlena dengan yang fana. Jangan terpedaya dengan dunia.  Semua akan kembali kepada-Nya, dan mempertanggungjawabkan semua sepak terjang di dunia, dalam timbangan syariat-Nya. Ingat senantiasa, pesan Nabi kita yang mulia, “orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati