Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Hukumnya Iqamah Yang Dilakukan Oleh Wanita

muslimah-shalat

Saat shalat berjamaah di rumah dengan ibu atau saudara perempuan atau mungkin saat shalat berjamaah selepas pengajian dengan teman, setelah adzan dikumandangkan kita atau mungkin yang lain melakukan iqamah sebelum memulai shalat. Kira-kira apa hukumnya melakukan hal ini ya, Sob? Berikut ulasan Nida.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa dulu beliau melakukan azan dan iqamah, kemudian mengimami jamaah wanita. Beliau berdiri di tengah shaf wanita. (HR. Al-Baihaqi; dinilai kuat oleh Al-Albani). Apabila shalat berjamaah dengan sesama wanita ada yang menghukumi sunnah karena ada tujuan untuk membangkitkan para jamaah yang telah hadir.

Akan tetapi, Imam 4 madzhab berbeda pendapat mengenai hal ini. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa hukumnya makruh. “Kami semua adalah jamaah para wanita, Aisyah mengimami kami tanpa adzan dan iqamah.” (Al-‘Inayah ‘alal Hidayah, jilid 1 hal. 176 ). Ibnu Abidin mengatakan bahwa tidak disunnahkan bagi wanita untuk melantunkan azan maupun iqamah meskipun berjamaah sesama wanita.

Imam Malik berpendapat bahwa bila seorang wanita shalat sendiri dan melakukan iqamah untuk dirinya sendiri, maka hukumnya hasan dan memandang bahwa iqamah disyari’atkan untuk laki-laki dan wanita. Berbeda dengan azan yang hanya disyari’atkan untuk laki-laki saja (Al-Hattab, Mawahib Al-Jalil Syarah Mukhtashal Khalil, jilid 1 hal. 643-644).

Imam Syafi’i berpendapat bahwa iqamah dihadapan wanita yang dilakukan dengan suara pelan hukumnya mustahab (disukai). Madzhab Hanabilah membolehkan iqamah yang dilakukan dihadapan jamaah wanita (Al-Fatawa Al-Hindiyah jilid 1 hal. 54). Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal menyebutkan,”Bila para wanita melakukan adzan dan iqamah, maka hukumnya tidak mengapa. Tetapi bila mereka tidak melakukannya juga tidak mengapa pula.” (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 422).

So, silakan saja, Sob kalau mau iqamah saat berjamaah dengan sesama wanita. Yang kudu diingat sih jangan sampai iqamah di depan jamaah yang ada laki-lakinya. Itu jelas nggak boleh.

Allahu a’lam.